di tengah-tengah. kejepit. diantara dua pilihan, dua orang, dua pihak. Whatever it is, intinya adalah "in between" makes me lie, bad or good lie, at the end lie will always be lie. "in between" makes me choose. "in between" makes one side hurt and the other one mmm, even more hurt or win. I hate being in the middle of everything, trying to be neutral when its impossible so i have to pretend that i'm on someone's side or any side..
Ada di tengah pasti bikin kita harus bohong ke salah satu pihak, apalagi kalo dua duanya adalah our side which means another white lies dijadiin alesan.. bohong untuk kebaikan adalah halal hahaha yeah that's just another lie, bohong mau baik atau jahat, apapun tujuan, bohong adalah bohong adalah penipuan adalah topeng adalah niat nutupin suatu kesalahan.. dan dilema untuk memihak kemana pasti dirasain smua orang yg ada di tengah tengah. Bisa jadi di tengah karna dipercaya semua orang atau karna pasrah lalu iya aja klo ada yg crita, akhirnya harus diakhiri dengan jreng jreng crita ke orang lain karna ga tahan, bongkar crita ke pihak lain atau bilang jujur udah ga kuat hahahahaha teman macam apa ini, pilihan akhirnya bersifat egois smua..
"Those who think it is permissible to tell white lies soon grow color-blind." ~Austin O'Malley

0 komentar:
Post a Comment